17 Agustus

Facebooktwittermail

“Hil, bendera sudah dinaikan?”

Begitulah pertanyaan rutin Papa setiap menjelang 17 Agustus semenjak saya remaja sampai minggu lalu. Pertanyaan tersebut tidak akan berhenti sebelum saya menjawab “sudah”. Awalnya saya berpikiran kalau ini hanya sebagai salah satu cara Papa dalam merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Namun kemudian saya menyadari bahwa ini juga sebagai salah satu cara Papa dalam menanamkan rasa kebangsaan sejak dini.

Banyak cara yang dilakukan oleh dalam merayakan kemerdekaan. Salah satu yang saya ingat dan selalu saya tunggu ketika masih di sekolah dasar dulu adalah pawai alegoris yang memperagakan adegan perang kemerdekaan dan mobil-mobil hias yang menggambarkan kemajuan pembangunan. Biasanya sejak siang saya bersama adik dan kedua orang tua sudah menunggu di depan Balai Kota Padang. Namun seiring perjalanan waktu pawai ini tidak menarik perhatian saya lagi karena isinya itu ke itu saja.

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_0ae89e9b86dd4e5398f0f6ea80c71c9a~mv2_d_4000_2250_s_2.jpg?dn=DJI_0146.JPG.jpgPerasaan dingin untuk menyaksikan perayaan 17 Agustusan berubah pada tahun 2004 ketika saya bertugas di Tanjungbalai Karimun. Saat itu saya ditugaskan kantor menjadi team manager lomba gerak jalan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan. Suasana lomba tersebut begitu membekas di hati saya karena semua penduduk pulau itu baik yang tua maupun yang muda, lelaki dan perempuan begitu semangat menyaksikan dan mendukung tim-tim yang berlomba. Yang paling diluar perkiraan saya adalah saat lomba untuk kategori 45 km. Lomba yang dimulai sekitar jam 21.00 itu berlansung sampai pagi namun antusiasme warga untuk menyaksikan sungguh luar biasa. Awalnya saya menduga keramaian itu hanya berlangsung saat pelepasan peserta saja. Namun yang terjadi adalah keramaian itu berlangsung di sepanjang rute dan di sepanjang malam! Saat mentari sudah muncul keesokan harinya, anstusiasme warga di sepanjang rute tak berkurang sampai garis finish.

 https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_3106f7603a78490887500c6aabde7016~mv2.jpg?dn=10583976_10204271219930278_4686001957391543823_n.jpgSetiap daerah di Indonesia pasti melakukan perayaan Hari Kemerdekaan dengan berbagai cara. Dari pengalaman bertugas di berbagai daerah di Indonesia saya belum pernah melihat begitu besarnya antusiasme warga seperti yang saya temukan di Tanjungbalai Karimun.
Antusiasme itu jugalah yang saya rasakan ketika saya bertugas di Tanjungpinang dua tahun yang lalu saat pegawai meminta persetujuan saya supaya kantor mengikuti lomba gerak jalan dalam rangka 17 Agustus. Mungkin karena berada di daerah yang berdekatan antusiasne warga Tanjungpinang persis sama dengan yang saya lihat di Tanjungbalai Karimun.

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_a75a4b1b773943e584bb45799cb645b6~mv2_d_1836_3264_s_2.jpg?dn=20160817_150011.jpghttps://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_87ba1f65f30d4974a71a2570db346255~mv2_d_1836_3264_s_2.jpg?dn=20160817_145824.jpg

17 Agustus tahun ini kembali saya rayakan saat bertugas di Tanjungbalai Karimun. Hangatnya suasana perayaannya masih sama dengan yang saya rasakan saat bertugas pertama kalinya 12 tahun yang lalu. Masyarakat berbondong-bondong menyaksikan pawai obor yang mengular sepanjang kurang lebih 1 km pada malam menjelang tanggal 17. Diiringi oleh drumband-drumband sekolah-sekolah yang ada pawai tersebut berkeliljng di pusat kota. Keesokan harinya perayaan kemerdekaan dilanjutkan dengan riuh rendah sorak penonton yang menyaksikan lomba panjat pinang. Dan dua hari ini saya kembali menyaksikan mulai dari pelajar SD, pemuda karang taruna sampai pegawai pemerintahan sudah berlatih untuk lomba gerak jalan lagi. Sudah pasti pesta belum berakhir. Disini saya benar-benar melihat bahwa rakyat Indonesia sedang berpesta merayakan hari kemerdekaan negerinya.

 17 Agustusan adalah waktunya rakyat berpesta dan bergembira melupakan sejenak persoalan-persoalan yang menghambat tercapainya cita-cita luhur pendiri bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.

Dirgahayu dan jayalah negeriku!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *