Akhirnya…, Sebuah Awal

Facebooktwittermail

Keinginan memiliki sebuah blog sudah lama ada. Namun keinginan ini baru terwujud kira-kira enam tahun kemudian. Awalnya sih karena ingin ikut kekinian melihat kawan- kawan waktu itu sharing situs blog mereka. Lalu terpikir mengapa tidak saya buat juga. Setidak-tidaknya sekedar untuk menjadi semacam catatan harian. Syukur-syukur bisa bermanfaat. Kesibukan dan semangat yang naik turun sangat berperan dalam tertundanya keinginan ini. Jika sekarang blog ini terwujud bukan berarti saya lebih banyak punya waktu lowong atau semangat empat lima yang menggebu-gebu. Tidak, tapi lebih karena malu pada diri sendiri karena “niat” yang tak tertunaikan. Malu juga sama semut merah yang berbaris di dinding, yang menatap ku penuh ledekan “udahlah desain blog gratis, situs gratis, internet gratis masa tinggal mencet tuts-tuts keyboard komputer pun gak mampu…apa kata dunia?”Layaknya sesuatu yang dilakukan untuk pertama kalinya maka tulisan inipun saya buat dengan penuh debar. Apakah pantas untuk ditayangkan, apakah menrarik untuk dibaca, apakah sudah menggambarkan pribadi saya dan seribu satu apakah lainnya. Akhirnya…, masa bodoh, yang penting gue nulis.”Selamat datang di laman blog saya ini. Laman ini saya rencanakan akan berisi A nan Takana (apa yang terpikirkan) dalam kepala saya serta cerita tentang perjalanan ke berbagai tempat. Kesamaan nama blog ini dengan judul buku yang dikarang Martias Pandoe, wartawan senior di Sumatera Barat, bukanlah bermaksud untuk mendompleng nama besar atau meniru isi buku beliau. Namun semata-mata karena kesesuaian ide saja.Namanya juga catatan pribadi, sudah pasti akan subjektif walau saya berusaha semampu mungkin untuk objektif. Jadi kalo ada silap-silap kate tulung maapin ane ya broh. Sumpe, ane kagak bermaksud untuk menyinggung apalagi memprovokasi. So, enjoy broh.

Tabik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *