Ayo ke Solok Selatan!

Facebooktwittermail

Inilah kunjungan saya yang pertama kalinya ke Kabupaten Solok Selatan! Mungkin karena selain sebagai daerah baru hasil pemekaran Kabupaten Solok, daerah ini berada di luar jalur utama Lintas Sumatera sehingga saya belum pernah berkunjung kesana. Untuk jalur ini saya paling jauh berpergian hanya sampai Danau Diateh dan Danau Dibawah. Itupun sekitar 25 tahun yang lalu.

Karena itulah saya sangat antusias menyambut ajakan kawan-kawan dari Asosiasi Pilot Drone Indonesia Regional Sumatera Barat untuk berkunjung ke sana dalam rangka membuat video udara guna membantu mempromosikan destinasi-destinasi wisata di kabupaten tersebut. Sebuah kerja sosial sambil berekresi.

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_43114165ae8644eaa45019b592fde0d5~mv2_d_4160_3120_s_4_2.jpg?dn=IMG_20160729_113345.jpg

Perjalanan menuju Solok Selatan merupakan sebuah perjalanan menyelusuri lembah-lembah diantara Bukit Barisan. Jalan berliku dengan aliran sungai atau dinding bukit di kiri-kanan jalan akan menjadi teman sepanjang perjalanan. Jika berangkat pagi dari Padang maka istirahat sejenak di daerah Lembah Gumanti untuk menikmati kopi Solok yang mulai mendunia sambil memandangi keelokan Danau Diateh sangat sayang untuk dilewati. Begitu juga saat makan siang tiba. Sebuah warung nasi di Sungai Kalu akan memanjakan perut dengan goreng belut cabe hijaunya yang gurih. Semua lauknya terhidang panas karena memang baru dimasak setelah makanan dipesan.

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_59b8c313157f4e4d9ec3d6851ce4379d~mv2_d_4160_3120_s_4_2.jpg?dn=IMG_20160729_153712.jpg

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_f4c878f9423d40ea8560edb8d9268a7f~mv2.jpg?dn=IMG_20160803_104835.jpg

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_6626b2de29554744b8313dfde321fb10~mv2_d_3264_1836_s_2.jpg?dn=20160730_070314.jpg

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_343652f88cb049528cd9048d476620ca~mv2.jpg?dn=850520595_14279.jpg

Kawasan 1000 rumah gadang merupakan salah satu andalan pariwisata Solok Selatan. Nama ini dipopulerkan oleh Ibu Meutia Hatta, ketika itu Menteri Pemberdayaan Perempuan, saat beliau berkunjung dan takjub melihat begitu banyak rumah gadang dalam satu kawasan. Beberapa adegan film Dibawah Lindungan Ka’bah diambil di kawasan ini. Disinilah saya bersama kawan-kawan menginap dimana sensasi masa kecil muncul kembali. Pada masanya, masyarakat Minangkabau tinggal bersama di sebuah rumah induk dimana semua anggota keluarga bertempat tinggal disana. Setiap anak perempuan yang telah berkeluarga akan mendapatkan sebuah kamar di dalamnya sementara bagi yang belum berkeluarga akan tidur di sebuah ruang terbuka lebar dimana yang perempuan berkumpul disalah satu ujung dan yang laki-laki berada diujung lainnya. Namun anak laki-laki akan jarang berada di rumah jika malam hari karena mereka akan lebih terhormat jika mereka tidur di surau-surau tempat mereka belajar mengaji dan berlatih silat. Sensasi itulah yang muncul kembali karena saya sendiri masih mengalaminya sampai awal tahun 70an. Ada 6 rumah gadang yang bisa ditempati wisatawan selama disana. Suguhan jahe hangat menyambut kedatangan saya dan kawan- kawan di sore itu.

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_23682308e1fb4fe488d9fcd59c368f3c~mv2.jpg?dn=IMG_20160803_104716.jpg

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_9eac065f0a064ecf8ecf2efb1ae732ea~mv2.jpg?dn=IMG_20160803_104701.jpg

Setelah berbincang-bincang dengan pemilik rumah, kami melepas penat sambil bersenda gurau di ruang tengah yang sangat luas. Keasyikan tersebut “terganggu” oleh ajakan dari ibu-ibu PKK untuk memulai makan malam yang telah mereka siapkan. Sambil duduk bersila di lantai rumah gadang tersebut kami melahap habis masakan tradisional setempat. Senda gurau kembali berlanjut setelah makan malam disertai diskusi tentang rencana kegiatan besoknya. Hanya azan subuh yang menghentikannya.

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_e47b4f03fc9d46938059c9391ce9f63b~mv2.jpg?dn=IMG_20160802_163738.jpg

Paginya ibu-ibu setempat memanjakan selera kami dengan jajanan pasar sebagai menu sarapan. Salah satu jajanan yang mungkin hanya ada di Solok Selatan adalah pangek pisang. Rasanya? Sulit digambarkan dengan kata-kata saking enaknya saat dimakan bersama ketan. Pertunjukan Tari Tempurung dan silat adalah menu selanjutnya. Pertunjukan tersebut berlangsung di halaman rumah gadang dan disuguhkan oleh warga setempat.

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_fe186c54de3041838ed76068ee3707cd~mv2.jpg?dn=425811967_13096.jpg

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_46a70ce1f03b4cc08ee658d8ffda99f3~mv2.jpg?dn=851422941_133668.jpg

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_f570821541a74153b1ac43d31a6dd48d~mv2.jpg?dn=IMG_20160803_095620.jpg

Tak ingin kehilangan momen untuk menyaksikan kelincahan jari-jari para pemetik teh kami bergegas menuju kebun teh di daerah Liki yang berjarak sepenanakan nasi dari kawasan 1000 rumah gadang. Solok Selatan merupakan salah satu produsen teh terkenal di dunia. Pernah dengar teh Kayu Aro yang menjadi salah satu favorit Ratu Inggeris?https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_d478dc5ccee04eaba3f9df98f56ce2db~mv2.jpg?dn=IMG_20160803_095612.jpg Kebunnya berada di Solok Selatan! Puas menyaksikan para pemetik teh bekerja saya kemudian mengunjungi pabrik teh untuk melihat proses produksinya, mulai dari teh hitam, teh hijau dan teh putih. Wawasan saya tentang dunia per-teh-an semakin lengkap ketika diajari bagaimana cara menikmati teh, melakukan tes rasa dan warna serta memilih pucuk-pucuk teh yang akan menjadi teh putih. Kemudian saya diajak untuk melihat dan melakukan beberapa proses produksi sampingan perusahaan ini berupa kacang yang konon terenak didunia, kacang macadamia.

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_1a608787cafa4d4daa55c8c361ef11ce~mv2.jpg?dn=850613870_14737.jpg

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_7646524db28f4c1bb1a34a8e3ee3e0a1~mv2.jpg?dn=IMG_20160803_101222.jpg

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_5ce21a4cfc704f76b3e6bae87469e848~mv2.jpg?dn=IMG_20160803_095630.jpg

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_a794bd8106fe4d708beb7ca17a51e104~mv2.jpg?dn=IMG_20160803_115454_1470200119674.jpg

Di  area perkebunan teh ini terdapat sebuah air terjun yang sangat indah, air terjun Tangsi Ampek. Ber-offroad ringan serta berjalan kaki di sela-sela pohon teh sambil menghirup udara segar pegunungan untuk mencapai air terjun tersebut akan menjadi pengalaman lain yang tak akan terlupakan. Keindahan air terjun dua tingkat setinggi kurang lebih 50 meter itu seakan menambah bukti bahwa tuhan sedang tersenyum saat menciptakan ranah Minang.

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_47b17593ae93493d9ef5ff32d6dd86b6~mv2.jpg?dn=IMG_20160803_101213.jpg

 

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_56a9d23998cf4ee18c64512602655974~mv2.jpg?dn=kebun+teh.jpg

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_a4295d9bcf8848bb99e3f8d9c714e09e~mv2_d_3120_4160_s_4_2.jpg?dn=IMG_20160730_143348.jpg

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_f63e4287b76f4299bf5f842f51c56ccd~mv2_d_4000_3000_s_4_2.jpg?dn=IMG_20160802_200228.jpg

Melakukan arung jeram dengan menggunakan ban dalam sejauh 2 kilometer di Durian Cabang Tigo adalah kegiatan selanjutnya. Meliuk-liuk dihempas aliran sungai cukup memompa adrenalin sore itu sehingga malam menjelang pun tak terasa.

Masih banyak destinasi wisata yang wajib kunjung di Solok Selatan seperti waterboom Sapan Maluluang yang mungkin satu-satunya waterboom dengan sumber air panas alam dan air terjun Malanca dimana pengunjung bisa meluncur diatas batu yang dialiri air yang bersumber dari air terjun Malanca. Selain itu ada rumah gadang yang unik di daerah Abai, Rumah Gadang Panjang 21 Ruang. Dari namanya sudah bisa diterka bagaimana uniknya rumah gadang ini. Bagi peminat sejarah, di Bidaralam kita bisa menyaksikan rumah yang dijadikan markas oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara saat beliau bergerilya dalam menjaga eksistensi Republik Indonesia melalui Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).

 https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_33128ed2f2834a4d9cad18d8a1af5880~mv2.jpg?dn=IMG_20160803_104744.jpgAda satu hal yang membuat saya kagum dan itu pulalah yang menjadi alasan mengapa kawan-kawan pilot drone bersedia memvideokan keindahan daerah Solok Selatan ini tanpa meminta bayaran. Kesadaran dan semangat yang tinggi masyarakat setempat akan potensi pariwisata daerahnya! Mulai dari anak-anak muda yang tergabung dalam Asosiasi Agen Travel yang tak kenal lelah mempromosikan daerahnya, ibu-ibu yang mengelola akomodasi dan pertunjukan di Kawasan 1000 Rumah Gadang serta pemuda-pemuda Ducati (Durian Cabang Thttps://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_9d560ab85eb04a53ae22ee7597606af4~mv2.jpg?dn=850515253_119759.jpgigo) yang kompak dalam mengelola wisata arung jeram. Mereka semua bersinergi sehingga tak heran muncul ungkapan-ungkapan kepuasan para wisatawan atas pengalaman yang mereka rasakan selama berkunjung. Tak kalah penting adalah dukungan penuh pemerintah kabupaten akan kemajuan pariwisata daerah sebagaimana disampaikan lansung oleh Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria, saat makan malam di kediaman resminya. Sebuah undangan yang spontan saat mengetahui kegiatan kami dalam rangka mempromosikan pariwisata daerahnya. Saking spontannya undangan tersebut kami hadir dengan pakaian seadanya, oblong, jeans dan sandal. Sementara Pak Bupati yang didampingi Sekda, para Asisten, Kepala Dinas Pariwisata, beberapa Kadis dan Camat hadir dengan mengenakan batik. Sebuah kehormatan yang sekaligus membuat saya malu hati. Mohon maaf, Pak Bupati.

Pariwisata Solok Selatan ibarat naga yang menggeliat ketika baru bangun tidur. Semoga video yang dihasilkan dapat membantu kemajuan pariwisata Solok Selatan.

AYO..SOLOK SELATAN!

AYO KE SOLOK SELATAN! 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *