Dan Tahun-Tahun Penuh Pelangi Itu Bermula (A True Love Story)

Facebooktwittermail

Oktober ini saya merayakan sembilan belas tahun usia perkawinan kami. Sembilan belas tahun bukanlah waktu yang pendek, tapi sembilan belas tahun itu terasa begitu cepat karena dihiasi pelangi.

scan6Alkisah pada suatu masa tersebutlah seorang pemuda berinisial HS (inisial sebenarnya) yang sedang mencoba peruntungannya untuk menjadi seorang pegawai di Pemda Sumbar. Berangkatlah ia pagi itu menuju ke tempat ujian di kampus Universitas Eka Sakti bersama konco palangkinnya, Dionizal (nama sebenarnya). Suasana lokasi ujian pagi itu sangat ramai. Karena panitia tidak menentukan tempat duduk peserta sibuklah ia dan kawannya mencari tempat duduk. Pada saat itulah pandangan pemuda ganteng itu tertumbuk pada sekelompok gadis cantik yang sedang bersenda gurau. Mata pemuda itu tak bisa lepas dari seorang diantara mereka. Gadis cantik itu berambut panjang sepinggul, dikepang dan tak seheboh kawan-kawannya. Cantik, berambut panjang dan kalem, it was one in a million, guys! Pemuda ganteng itu pada dasarnya adalah seorang yang pemalu terhadap lawan jenisnya. Namun pagi itu tabiat dia jika bersama kawan-kawannya muncul, cuek dan nekat. Direbutlah permen yang ada ditangan Dionizal. Tanpa menghiraukan protes si Dionizal, permen yang direncanakan sebagai pengusir stres dikala ujian itu ditawarkannya ke kelompok gadis tersebut. Entah mengapa permen mint itu berbentuk hati pula (bukan di dramatisir). Semua teman si rambut pajang menerima tawaran pemuda ganteng itu dengan senang hati. Namun gadis cantik yang menjadi tujuan pemuda itu tak kunjung menerima tawaran tersebut. Sambil menahan malu terus ia tawarkan permen itu sementara kawan-kawannya juga meminta agar gadis cantik itu mau menerimanya. Pada saat si pemuda mulai kehilangan asa tiba-tiba si gadis menerima permen yang ditawarkan tersebut. Tak terkira besarnya hati si pemuda saat itu sehingga ia tak menghiraukan pengumuman penting yang disampaikan panitia ujian begitu juga protes si Dionizal yang tak berhenti karena permen pengusir stresnya habis. Namun kegembiraan pemuda tersebut berubah menjadi kecemasan yang luar biasa ketika selesai ujian ia menanyakan kepada panitia tentang pengumuman yang disampaikan sesaat sebelum ujian dimulai. Ternyata panitia membagi ujian menjadi dua kelompok, sarjana eksakta dan non eksakta, dan ujian pagi itu untuk kelompok eksakta sementara si pemuda yang merupakan sarjana non eksakta dijadwalkan ujian di siang harinya. Berharap bisa mengikuti ujian siangnya ia minta dispensasi kepada panitia. Walau sudah dijelaskan panitia bahwa soal yang diujikan sama dan tak perlu ujian lagi pulanglah ia dengan hati yang gundah gulana. Kegembiraannya ketika si gadis menerima tawaran permennya pagi itu juga tak bisa menghilangkan kegundahan di hatinya.

scan4Waktu berlalu, sampailah pada pemanggilan peserta yang lulus ujian tahap pertama. Ternyata si pemuda termasuk yang lulus untuk mengikuti ujian tahap ke-dua berupa wawancara langsung dengan Gubernur Sumatera Barat saat itu, Hasan Basri Durin. Bagaimana si pemuda melewati proses wawancara tersebut tidak perlulah diceritakan disini. Percayalah pemuda itu selain ganteng juga memiliki otak yang cemerlang dan yang penting sekali ini adalah cerita tentang cinta. Saat menunggu panggilan untuk wawancara tiba-tiba alam memanggilnya. Bergegaslah ia menuju toilet. Namun hajatnya tertahan karena satu-satunya toilet yang ada adalah toilet unisex dan ada yang sedang menggunakan toilet tersebut. Ternyata yang menggunakannya adalah si gadis cantik berambut sepinggul. Jantung si pemuda berdetak kencang saat bertemu gadis itu kembali. Dasar pemalu, tak banyak yang dilakukannya saat pertemuan kembali itu. Namun yang menggembirakan si pemuda adalah bahwa dalam pembicaraan yang tak lebih dari tiga menit itu si cantik berambut sepinggul ingat akan si pemuda yang memberikan permen saat ujian tahap pertama. Dan saat itu lah si pemuda tahu nama gadis itu VR (inisial sebenarnya).

Waktu berlalu musim berganti, dari musim durian ke musim duku. Pertemuan ketiga antara si pemuda ganteng dan si cantik berambut panjang terjadi saat ujian tahap ketiga. Rupanya mereka berdua berhasil melewati saringan tahap ke-dua dan saat itu mereka akan mengikuti ujian tentang wawasan kebangsaan. Ingat, saat itu jaman Orde Baru dan ujian yang bersifat skrining merupakan suatu keharusan. Pembicaraan saat pertemuan itu juga tidak banyak. Selain si pemuda pemalu, si gadis juga pendiam. Namun si pemuda menjadi tahu almamater dan alamat si gadis.

Malam berganti siang, hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Si pemuda ganteng berusaha mencari alamat si gadis sampai pada masa ia mulai putus asa karena tak jua mendapatkan nya. Belakangan baru diketahui kalau alamat yang diberikan bukan alamat yang sebenarnya walau masih satu lokasi. Namun kedatangan seorang kerabat yang satu almamater dan satu angkatan dengan si gadis kembali membangkitkan semangatnya. Dengan penuh harap ia minta kerabatnya untuk mencari alamat si rambut panjang melalui jejaring angkatannya walau diberitahu bahwa si gadis orang yang cukup tertutup. Enam bulan berlalu saat kerabat pemuda itu kembali berkunjung. Alih-alih membawa berita gembira si kerabat malah datang untuk mengabarkan kalau ia menyerah atas tugas yang diberikan. Kecewa dengan keadaan itu si pemuda kemudian mengadu kepada tuhannya. Memohonlah ia agar dipertemukan dengan si rambut panjang jika memang dia jodohnya atau dipertemukan dengan gadis lain kalau bukan dia jodohnya. Tak cukup satu purnama berganti terbukalah jalan untuk mendapatkan alamat gadis itu. Sampai saat ini si pemuda percaya bahwa doanya itu terkabul karena tiba-tiba saat ia bercuap-cuap di radio komunikasi 2 meter band pikirannya terbuka untuk bertanya kepada salah seorang teman ngobrolnya perihal alamat si gadis. Padahal sudah lama dia tahu teman ngobrol udaranya ini tinggal selokasi dengan si gadis dan ia nyaris setiap hari berkomunikasi dengannya. Walau hanya dapat info kalau teman udaranya ini akrab dengan kakak si rambut panjang dan lokasi serta ancar-ancar nomor rumahnya hal ini sudah cukup mengembalikan semangat si pemuda untuk bertemu lagi dengan gadis pujaannya. Tanpa membuang waktu si pemuda segera mencari informasi nomor telepon si gadis di 108. Lagi-lagi ia merasa diberi kemudahan karena operator 108 begitu membantunya. Tak disangka operator itu mau memberikan nomor telpon rumah si gadis walau si pemuda pura-pura lupa nama bapak si gadis sebagai pemilik nomor dan asal sebut nomor rumah. Tuhan punya caranya untuk mempertemukan umatnya.

scan1Singkat cerita mulailah terjalin komunikasi antara si pemuda dengan gadis pujaannya. Dari hanya sekedar berbincang-bincang melalui telepon berlanjutlah ke pertemuan demi pertemuan. Mulailah masa-masa mereka berpacaran. Dari yang mula-mula bertemu secara diam-diam diluar karena si gadis takut orang tuanya belum mengijinkan untuk berpacaran sampai kemudian si pemuda nekat berkunjung ke rumah walau si gadis melarangnya sambil menangis. Pemuda itu tak ingin pacaran secara sembunyi-sembunyi. Gak jantan banget.

Saat merayakan ulang tahun ke-dua masa mereka berpacaran si pemuda mulai menebar ancaman. Sengaja datang dari Jakarta dengan kondisi kulit yang hitam legam dan rambut masih botak karena baru menyelesaikan pendidikan kesamaptaan. si pemuda bilang kepada gadisnya bahwa ia tak ingin merayakan ulang tahun ke-tiga masa pacaran mereka. Ia ingin ditahun ke-tiga itu mereka sudah berstatus sebagai suami isteri. Oh ya, saat itu si pemuda baru memulai karirnya di Bea Cukai. Pujaannya mencoba untuk meminta ia bersabar karena saat itu kakak perempuannya belum memiliki jodoh dan ia tak ingin melangkahi kakaknya itu. Namun hati si pemuda sudah keras untuk segera melangsungkan pernikahan. Dengan dingin ia meminta maaf kepada gadisnya serta minta si gadis mengikhlaskan ia jika menemukan gadis lain yang mau segera diajaknya menikah pada tahun itu. Saat itu tahun bertarikh 1997 Masehi. Buncahlah air mata si gadis mendengar ucapannya itu. Menjelang kembali ke Jakarta si pemuda dengan gagah perkasa menemui ibu gadis pujaannya untuk menyampaikan keinginan mempersunting anak gadisnya dalam waktu dekat. Sama seperti anaknya, ibu si gadis meminta si pemuda untuk bersabar karena kakak si gadis belum mendapatkan jodoh. Dan kembali si pemuda dengan dinginnya meminta maaf sambil minta keihklasan si ibu jika ia menemukan gadis lain yang mau disuntingnya segera. Air mata ibu si gadis berkaca-kaca, mungkin karena bahagia karena anak gadisnya dipinang, mungkin karena membayangkan persoalan yang timbul akibat keinginan si pemuda yang mau tak mau membuat si gadis melangkahi kakaknya atau mungkin karena campuran keduanya.

scan7Karena jalan yang sudah digariskan hal-hal yang ditakutkan menjadi penghambat dapat diselesaikan dengan mudah. Kakak si gadis memberikan restunya. Adat perkawinan yang bertolak belakang dapat dicarikan jalan tengahnya. Walau sama-sama berasal dari Minangkabau adat perkawinan antara daerah Pariaman tempat asal si pemuda bertolak belakang dengan daerah Payakumbuh dimana si gadis berasal. Akhirnya pada tanggal 17 Oktober 1997 dengan bismillah si pemuda mengucapkan ijab kabul dengan lantang sambil menggenggam erat jabat tangan papa gadis pujaannya. Dan tahun-tahun penuh pelangi itu dimulai.

Oceana 16/Rumah Dinas BC 1304 Teluk Air – 30 Oktober 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *