It’s Kofi Taim

Facebooktwittermail

“Hil, kamu itu merokok tidak, ngopi tidak, minum tidak, judi tidak, main perempuan tidak….lalu buat apa kamu hidup?”

Itulah seloroh dari senior saya yang selalu teringat dan menjadi pembuka cerita jika saya berkumpul dengan teman-teman penikmat kopi. Seloroh yang membuat saya selalu tersenyum itu timbul ketika saya bertugas di Medan beberapa tahun yang lalu. Saat itu senior tersebut minta dikirimi kopi dari daerah Sumatera Utara yang terkenal. Bertanya-tanyalah saya kepada teman-teman penikmat kopi karena saya memang tidak minum apalagi penikmat kopi. Karena tiap orang menjawab sesuai selera masing-masing maka saya kirimlah semua kopi yang direkomendasikan tersebut. Selang beberapa hari kemudian datanglah telepon dari senior saya ini. Dengan mimik suara yang serius beliau bertanya apakah saya marah karena mengirimkan kopi yang cukup banyak dan dari berbagai merek dan jenis. Saya jelaskanlah alasan saya yang bertujuan agar beliau bisa memilih sendiri sehingga kelak saya bisa mengirimi yang selera beliau. Lalu keluarlah pertanyaan dan komentar sebagaimana kutipan diatas.

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_eec6b8747a114a369d7e4133d93b555f~mv2_d_1280_1280_s_2.jpg?dn=IMG-20160802-WA0011.jpgSeloroh itu pulalah yang menjadi pembuka keakrabansaya dengan Pak Hendri disuatu siang. Saat itu saya  ditawari untuk menikmati kopi Tridawa di ketinggian 1450 meter diatas permukaan laut sambil memandang Danau Diateh yang hanya sepelemparan batu dari warung kopi miliknya, Central Coffee, di Lembah Gumanti Kabupaten Solok. Saat mencicipi kopi Solok Arabica Tridawa ini lidah saya yang jarang tersentuh kopi langsung merasakan rasa yang khas berupa rasa keasaman yang berbalut tipis rasa kulit manis. Kekhasannya yang lain adalah tidak ada rasa yang menyangkut di kerongkongan saat minum kopi ini.

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_81ccb23932534c61b835e880e9fb528e~mv2_d_2592_1920_s_2.jpg?dn=IMG_20160729_111416.jpg

Berbincang dengan Pak Hendri seperti melihat gejolak api semangat yang luar biasa dari seorang putra daerah yang ingin mengangkat dan memajukan nama daerahnya. Bermula dari melihat potensi kopi Solok yang memiliki rasa yang unik dan keinginan untuk menambah variasi rasa didalam dunia persilatan kopi maka dimulailah usaha kearah itu. Mengingat jumlah produksi yang belum memadai, Pak Hendri memberdayakan masyarakat sekitar Alahan Panjang untuk berkebun kopi Arabica dan masyarakat sekitar Surian untuk berkebun kopi Robusta sambil mendidik mereka agar kualitas dan kuantitas produksinya terjaga. Sebenarnya saat Gamawan Fauzi masih menjabat sebagai Bupati Solok usaha untuk menggalakkan tanaman kopi ini sudah dimulai namun tidak berkembang karena salah satu rantai produksi yaitu pemasaran terlupakan. Bercermin dari kondisi tersebut, Pak Hendri membentuk tim-tim yang bertanggung jawab dalah hal produksi dan pemasaran serta promosi.

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_118c42998d47455aa72d556bd739dada~mv2_d_3264_1836_s_2.jpg?dn=20160729_120400.jpg Tak heran jika jerih payah Pak Hendri dan kawan-kawan itu menuai hasil. Selain produksinya yang sudah di ekspor ke Malaysia dan Singapore serta sudah merambah gerai-gerai kopi terkenal di Jakarta produk Pak Hendri ini pada tahun 2014 menempati ranking 4 pada sebuah festival kopi internasional yang diadakan di Seattle USA dan di posisi 10 besar festival kopi internasional di Republik Ceko pada tahun 2015. Sementara di Sumatera Barat sendiri, kopi Arabica dan kopi Robusta produksi Pak Hendri menempati ranking 1 dan 2 dalah hal kualitas di tahun 2016 ini.

 Penasaran dengan rasa khas kopi Tridawa sambil menikmati pemandangan indah Danau Diateh?

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_418f17b577044b7daac785276e8603e1~mv2_d_3264_1836_s_2.jpg?dn=20160729_131005.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *