Pusdiklat Keuangan, a Center of Excellence.

Facebooktwittermail

 


Tujuh tahun tidak merasakan pendidikan di Pusdiklat Kementerian Keuangan membuat sedikit “kehebohan” pada diri saya. Bayangan kondisi Pusdiklat Bea dan Cukai di Rawamangun dua puluh tahun yang lalu saat saya menjalani Pendidikan Kesamaptaan dan Diklat Penyesuaian Tugas (sekarang Diklat Teknis Substantif Dasar) selalu terkenang. Selain karena diklat itu sangat berarti bagi seorang pegawai di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, kondisi dan fasilitas di pusdiklat menjadi catatan tersendiri bagi saya. Saat itu kondisi dan fasilitas asrama serta ruang belajar menurut pandangan saya jauh dari kondisi ideal sebuah pusdiklat sebagai tempat pengembangan sumber daya manusia. Bayangan itulah yang membuat saya “heboh” sendiri saat akan berangkat menuju Balai Diklat Keuangan di Cimahi minggu lalu. Berapa baju dan celana yang harus dibawa, begitu juga handuk berikut perlengkapan mandi lainnya. Walhasil, untuk diklat selama seminggu itu tak urung membuat saya harus membawa satu kopor perlengkapan pribadi!

Sarana dan prasarana ideal sebuah pusdiklat saya rasakan untuk pertama kalinya di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia di Jurangmangu saat menjalani diklat persiapan tugas belajar ke luar negeri pada tahun 1999. Kamar tidur yang lega untuk dua orang dan dilengkapi pengatur suhu,  lemari pakaian, meja belajar serta kamar mandi dengan fasilitas air panas membuat peserta begitu nyaman untuk mengikuti diklat. Belum lagi fasilitas belajar seperti ruangan kelas serta laboratorium komputer dimana setiap siswa dapat satu komputer meja yang tersambung dengan internet. Mau tau konsumsi yang disediakan penyelenggara? Sebaiknya jangan karena itu akan membuat anda ingin selamanya mengikuti diklat. Bayangkan, sebuah pusdiklat dengan fasilitas-fasilitas tersebut pada tahun 1999. Luar biasa, bukan?

Berdasarkan pengamatan, standarisasi sarana dan prasarana Pusdiklat dan Balai Diklat di Kementerian Keuangan menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dari reformasi birokrasi yang mulai dilakukan oleh Kementerian Keuangan pada tahun 2007. Sebagai pelopor reformasi birokrasi, Kementerian Keuangan menyadari betul bahwa untuk peningkatan kinerja, peningkatan pelayanan dan peningkatan kepercayaan masyarakat maka tiga pilar utama sebuah institusi yaitu organisasi, proses bisnis dan sumber daya manusia harus terus menerus ditingkatkan kualitasnya. Disinilah peran penting Pusdiklat yang berada dibawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kementerian Keuangan. Selain peningkatan kurikulum melalui diklat berbasis kompetensi, fasilitas di Pusdiklat dan Balai Diklat agar menjadi tempat pengembangan diri yang nyaman juga menjadi perhatian utama. Fasilitas yang minimal setara hotel berbintang 3 pun menjadi target.

Perubahan ini mulai saya nikmati saat menjadi siswa di Balai Diklat Kepemimpinan di Magelang pada tahun 2010. Dan minggu lalu saya kembali menikmati perubahan ini. Satpam yang memandu saya saat kedatangan di Minggu malam itu begitu fasih menjelaskan hal-hal umum terkait asrama. Tempat tidur yang tersedia tak kalah dengan yang ada di hotel. Air panas yang mengucur dari shower berikut perlengkapan mandi sudah tersedia di kamar mandi yang bersih. Jasa laundry menjamin pakaian kotor yang diambil dipagi hari sudah bersih dan rapi disore harinya . Turun ke ruang makan saya disambut oleh menu yang komplit dan bervariasi. Jus yang terbuat dari buahan-buahan murni menemani peserta setiap jadwal makan, selain irisan buah-buahan. Yang membuat saya cukup takjub itu adalah tersedianya egg corner dipagi hari dimana peserta bisa memesan omelette sebagai salah satu menu sarapan. Untuk menjaga kebugaran peserta tersedia pusat kebugaran yang cukup luas dengan fasilitas sepeda statis, treadmill, alat angkat beban serta televisi layar lebar dan sound system yang akan menambah semangat saat berolah raga. Lebih dari itu, selain menyediakan buku keluhan di dekat pintu masuk asrama penyelenggara dalam setiap kesempatan selalu meminta kritik dan saran dari peserta demi kesuksesan penyelenggaraan. Keluhan dan saran yang selalu ditindak lanjuti dengan segera.

Kenyamanan fasilitas standar yang ada di Pusdiklat atau Balai Diklat Keuangan saat ini benar-benar membuat peserta bisa konsentrasi penuh untuk menyerap ilmu dan mengembangkan diri. Walaupun begitu saya tetap mengharapkan fasilitas untuk peserta Diklat Kesamaptaan di Pusdiklat Bea dan Cukai sama kondisinya seperti yang saya alami dua puluh tahun yang lalu guna mendukung pembentukan mental.

Dan pakaian sekoper yang saya bawa itu hanya terpakai setengahnya, bro n sis. Lebay kalo sampai bawa sekopor perlengkapan pribadi  saat mengikuti diklat di Pusdiklat atau di Badan Diklat Keuangan. Satu ransel sudah cukup.

Proficiat BDK Cimahi, proficiat BPPK!

Cimahi dan Tanjungbalai Karimun, awal Februari 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *