Selamat Ulang Tahun, Istriku!

Facebooktwittermail

Hari ini istriku berulang tahun. Tadi pagi abis shalat subuh saya telpon dia untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Waktu saya tanya berapa umurnya, tujuh belas jawabnya dengan pasti. Mudah-mudahan tidak ada aparat penegak hukum dan komisioner Komnas Perlindungan Anak yang membaca tulisan ini. Bisa-bisa saya masuk kandang situmbin karena menikahi perempuan yang saat ini masih belia walau sudah memberikan empat orang anak kepada saya. Saling mengucapkan selamat ulang tahun via telpon sudah lumrah bagi kami. Sebagai seorang buruh pemerintah, saya harus mengikuti penugasan kesana kemari. Medan, Jakarta, Sorong, Tanjungbalai Karimun, Tanjungpinang dan Padang pernah menjadi daerah dimana saya bertugas. Lebih dari separo usia perkawinan kami yang menjelang 20 tahun ini dilewati dengan saling berjauhan. Saya merasa beruntung beristrikan dia, seorang perempuan yang perkasa. Boleh dibilang tiga orang anak pertama kami dibesarkannya seorang diri. Anak pertama baru saya lihat ketika kandungannya berusia empat bulan. Saat itu saya tugas di Jakarta. Menjelang anak pertama lahir saya dimutasi ke Padang. Namun saya tidak bisa mendampinginya saat persalinan karena sedang mengikuti diklat di Jakarta. Itu diawal 1999. Begitu juga saat si sulung melewati usia-usia awal dia, istri saya membesarkannya tanpa saya banyak berada disisinya karena mengikuti diklat persiapan tugas belajar luar negeri di Jakarta sampai saya berangkat ke Jepang pada tahun 2000. Sebelum saya berangkat ke Jepang istri saya hamil anak kedua. Alhamdulillah saya sempat menungguinya saat persalinannya karena saat itu saya sedang liburan musim dingin dan pulang ke Padang. Anak ketiga saya tinggal saat usianya baru beberapa bulan karena mutasi ke Tanjungbalai Karimun. Barulah anak keempat saya cukup lama mendampinginya mulai dari hamil, melahirkan dan membesarkannya sampai usia 3 tahun, saat saya kembali dimutasi dari Padang ke Medan. Dia tak banyak mengeluh pekerjaan rumah dilakukannya sendiri tanpa seorang pembantu. Padahal dia juga bekerja sebagai buruh pemerintah. Kalau sakit paling sakit kepala, flu atau batuk. Beda dengan saya yang gampang sakit.

Selamat ulang tahun yang ke-45 istriku tercinta.

Tanpamu aku tak ada artinya.

Semoga Allah SWT selalu memberimu kekuatan, ketabahan dan kesehatan.

Peluk cium dari jauh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *