Terima Kasih, Pak Polisi!

Facebooktwittermail

Apresiasi terhadap jajaran Kepolisian Republik Indonesia ini bukanlah hal yang pertama kali saya lakukan. Ditengah anekdot bahwa polisi yang baik itu hanya Pak Hoegeng dan polisi tidur atau berita-berita negatif di media massa dan cerita-cerita miring dari mulut ke mulut tentang anggota Polri, saya selalu menyampaikan apresiasi di medsos terutama saat-saat sebahagian besar warga Indonesia sedang menikmati liburan bersama keluarga. Karena pada saat-saat itulah anggota Polri bekerja siang malam untuk menjamin kenyamanan warga dalam menjalankan liburannya.

Namun apresiasi kali ini agak berbeda dengan apresiasi sebelumnya karena kali ini saya “mengikuti” secara langsung kegiatan-kegiatan mereka di lapangan selama liburan lebaran kemaren.

Hal ini bermula dari kesenangan saya bercuap-cuap di udara melalui radio komunikasi dua arah yang saya mulai pada tahun 1988. Seiring perjalanan waktu, kesenangan itu saya arahkan untuk kegiatan sosial berupa memberi informasi baik melalui radio komunikasi maupun melalui medsos tentang hal-hal yang berkaitan dengan bencana dan lalu lintas yang saya dapatkan lewat radio komunikasi dengan harapan pendengar atau pembaca dapat mengantisipasi akibat situasi tersebut.

Kembali ke laptop. Agar mendapatkan informasi tentang situasi lalu lintas selama liburan lebaran guna mencari jalur-jalur alternatif akibat kepadatan lalu lintas, saya nyaris 24 jam setiap hari  “bersama” bapak/ibu polisi yang bertugas di lapangan. Apalagi saat yang bersamaan Presiden Jokowi berlebaran di Padang selama tiga hari, sudah pasti hal tersebut akan menambah kepadatan lalu lintas akibat adanya jalan-jalan yang ditutup untuk pengamanan dan kelancaran kegiatan presiden.

Disitulah saya “melihat” secara langsung bagaimana berjibakunya anggota Polri tanpa mengenal lelah dan waktu agar masyarakat bisa berlebaran dengan nyaman. Mulai dari Kapolres yang nyaris 24 jam memantau dan tak henti-hentinya mengingatkan anak buahnya untuk menjadi solusi jika terjadi permasalahan di lapangan sampai kepada anggota yang suaranya serak pada hari kedua lebaran yang mungkin karena keseringan meniup pluit atau berteriak dalam mengatur lalu lintas. Ada yang mendamaikan para pengemudi yang ribut akibat kendaraanya bersenggolan, ada pula yang mengantar pengemudi motor yang kecelakaan ke tukang urut. Bagaimana mereka menangkap copet yang berkeliaran di bandara. Bagaimana mereka memberi pengertian terhadap pemuda setempat yang minta sumbangan di jalan agar pengguna jalan tidak merasa diperas dan agar lalu lintas tidak tersendat. Belum lagi mereka yang tak hentinya hilir mudik mengurai kemacetan dengan mengarahkan pengemudi ke jalur alternatif.

Mungkin banyak yang berpendapat bahwa memang untuk itulah mereka digaji. Namun bagi saya hal ini tak akan terjadi tanpa adanya dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap pelaksanaan tugas

 Terima kasih, Pak Polisi!

 (eh..barusan saya baca di internet kalau Presiden sudah melantik Kapolri yang baru. Saya jadikan ini kado buat Pak Tito dari seorang warga yang ingin pak polisinya menjadi lebih baik.)   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *