Tour de Bencoolen 2016

Facebooktwittermail

Akhirnya sampai di Kota Bengkulu. Lengkap sudah semua ibukota propinsi di Pulau Sumatera saya kunjungi. Kira-kira 20 tahun yang lalu saya nyaris sampai di sana. Waktu itu saya dalam perjalanan ke Jakarta menggunakan kapal laut yang singgah di Pelabuhan Padang Bai. Subuh itu saya berniat turun ke pelabuhan untuk sekedar menjejakkan kaki di tanah Bengkulu, namun keinginan itu dilarang oleh kapten kapal karena kapal hanya berhenti sebentar sekedar menaikan penumpang yang tak seberapa. Itulah mengapa saya sebut nyaris sampai di Bengkulu.

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_8ab31152be094176bc94c005ed04c088~mv2.jpg?dn=IMG-20160406-WA0036.jpg

Jalan-jalan ke Bengkulu ini saya lakukan bersama kawan-kawan dari komunitas Sumatra Pajero Society dari tanggal 25-27 Maret 2016. Selepas subuh saya dan kawan sudah bertolak dari Padang menuju Kotobaru, Dharmasraya, titik pertemuan kami dengan kawan-kawan dari Riau. Seperti biasa setiap kami melakukan touring ke arah timur kami selalu sarapan di Pondok Soto Ponsel Muarokalaban, Sawahlunto dimana kami memanjakan perut kami dengan soto dan supnya yang enak.Menjelang tengah hari rombongan dari Riau sampai di Kotobatu. Setelah bercengkrama sejenak, kami melanjutkan perjalanan menuju Muarobungo, Jambi sebagai tempat perhentian berikutnya sekaligus untuk makan siang. Perjalanan di sepanjang Sumatera Barat sangat lancar kecuali di beberapa titik menjelang Kiliranjao yang sedikit berlobang dan adanya pembetonan jalan yang membuat kami harus berhenti karena sistem buka tutup. Memasuki Propinsi Jambi karakter jalan yang mulus dan lurus sangat membuat kami mudah mengantuk. Seperti biasa, kami mengatasinya dengan saling lempar guyonan-guyonan melalui radio komunikasi. Jam 14.00 kami sampai di Muarobungo. Tujuan kami selanjutnya adalah kota Sarolangun dimana kami akan bergabung dengan kawan-kawan dari Jambi. Dari Sarolangun kami melanjutkan perjalanan menuju Lubuklinggau dimana kami makan malam. Dari Lubuklinggau ke Bengkulu jalan mengecil dan berliku karena melintasi Bukit Barisan. Selain itu jalan juga banyak yang rusak sehingga kami tidak bisa mengembangkan kecepatan. Walhasil, kami sampai di Kota Bengkulu jam 22.00.

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_e10e211c3b914544a46910cff04e86b8~mv2_d_3264_1836_s_2.jpg?dn=20160326_101634_001.jpg

Pembicaraan yang penuh tawa saat sarapan pagi membuat kami terlambat dari jadwal mengunjungi objek wisata di kota Bengkulu. Benteng Marlborough adalah tujuan pertama. Benteng yang dibangun dari tahun 1713-1719 oleh British East Company dibawah pimpinan Gubernur Joseph Callet ini konon merupakan benteng terkuat kedua Inggris di wilayah timur setelah Benteng St George di Madras, India.

Sepelemparan batu dari Benteng Marlborough berdiri Monumen Thomas Parr. Panas terik sedikit mengganggu kenyamanan kami saat berjalan kaki dari Benteng Marlborough. Monumen ini dibangun oleh Inggris untuk mengenang Residen Inggris Thomas Parr yang tewas akibat serangan rakyat Bengkulu pada tahun 1807.

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_c587ffa82a0b4ffc84f59900a6cb62d7~mv2_d_3264_1836_s_2.jpg?dn=20160326_192403.jpg

Deburan ombak Pantai Panjang menemani santap siang kami. Olahan hasil laut yang segar dan kelapa muda serta hembusan angin laut membuat kami betah berlama-lama disana. Dari Pantai Panjang kami selanjutnya memenuhi undangan Lautan Berlian Motor Bengkulu, dealer Mitsubishi. Sambil menunggu beberapa kendaraan yang melakukan pemeriksaan ringan kami dijamu dengan buah-buahan.

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_62893432c9e94778a6273a6b45437637~mv2_d_3264_1836_s_2.jpg?dn=20160326_165933.jpg┬áSambil melalukan rolling thunder dalam kota kami melanjutkan perjalanan ke rumah pembuangan Bung Karno. Rumah ini disewa Belanda dari seorang pedagang China bernama Lion Bwe Seng untuk tempat pengasingan Bung Karno dari tahun 1938-1942. Disana kami melihat-lihat barang-barang peninggalan Bung Karno seperti ranjang besi, sepeda dan sudah pasti buku-buku Bung Karno. Berangkat dari sanahttps://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_bc5429f1c2e4428094679c396c1d2630~mv2_d_3264_1836_s_2.jpg?dn=20160326_163948.jpg saya merasa makin gagah dan berkharisma. Menurut sahibul hikayat, barang siapa yang membasuh mukanya di sumur rumah tersebut akan tertular kegagahan dan kharisma Bung Karno. Hahaha…

Selanjutnya kami menuju pantai Sungai Suci yang berjarak 15 kilometer dari pusat kota. Jangan berharap menemukan sungai disini walau namanya Sungai Suci. Pantai ini sangat indah. Pantai dengan tebing terjal dan sebuah pulau kecil di depannya membuat lokasi wisata ini mendapat julukan Tanah Lotnya Bengkulu. Dari daratan ke pulau kecil itu dihubungkan dengan jembatan gantung dari tali sehingga butuh keberanian untuk sampai ke pulau itu. Goyangan selama melangkah dan deburan ombak serta batu karang dibawah jembatan cukup membuat debaran jantung makin kencang. Namun semua terbayar dengan pemandangan indah yang ada di depan mata apalagi saat sunset menjelang.

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_4cc520c743c541b3b234e391cc5e1b5c~mv2_d_3264_1836_s_2.jpg?dn=20160326_174722.jpg

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_f9f739aa7692420a967f4d147c45fa15~mv2.jpg?dn=IMG-20160329-WA0027.jpg

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_a1b0cfad148e45ed8a6fa2963815a62a~mv2_d_3264_1836_s_2.jpg?dn=20160326_175315.jpg

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_eaea3134baf8435a894cfc6898ec2c25~mv2_d_3264_1836_s_2.jpg?dn=20160326_180415.jpg

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_94bc4943cf454ca992b49457e505ea7a~mv2.jpg?dn=20160326_180221_edited.jpg

https://static.wixstatic.com/media/8e6f5e_ddcde8f5ec7648f89ec0bd456b0d87c7~mv2_d_3264_1836_s_2.jpg?dn=20160326_180732.jpg

Minggu, 27 Maret. Setelah membeli oleh-oleh kami meninggalkan Bengkulu menuju tempat masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *